AKHWAT INGIN BERHENTI BEKERJA

Assalamu’alaikum, Syekh yang mulis, ana pelanggan baru Qiblati. Ana mau tanya, ana sedang bekerja tetapi bimbang, ana ingin tetap tinggal di rumah, namun orang tua belum mengizinkan, ana disuruh tetap bekerja. Sudah dua kali ana memutuskan untuk keluar kerja, karena ana wanita & jauh dari keluarga. Namun sepertinya tidak ada yang mendukung. Bagaimana dengan kondisi ana ini? Syukron, Jazakumullah. Wassalamu’alikum. Ummu

Jawab: Kami sambut anda di majalah Qiblati, selamat datang.
Sungguh aku sangat bahagia dengan sikap teguhmu terhadap syariat Allah Ta’ala. Ini adalah sesuatu yang sangat menggembirakan kami, terutama pada masa sekarang yang banyak kerusakan di dalamnya. Semestinya orang tuamu harus bangga terhadapmu, dan memuji Allah Ta’ala Yang telah memberinya rizqi seorang putri yang shalihah sepertimu, di mana engkau akan banyak memberikan manfaat kepadanya dengan do’a-do’a rahmatmu untuknya setelah kematiannya.

Adapun berkenaan dengan pertanyaanmu, maka kukatakan bahwa pemberian nafkah oleh seorang laki-laki kepada anak-anaknya yang membutuhkan adalah sebuah kewajiban secara ijma’. Oleh karena itu tidak boleh bagi orang tua memaksa putrinya untuk menafkahi dirinya sendiri. Sebuah riwayat dari Wahb, dia berkata: “Sesungguhnya maula (bekas budak yang telah dimerdekakan) ‘Abdullah bin Umar radhiyallahu ‘anhu berkata kepadanya: “Sesungguhnya pada bulan ini aku ingin tinggal di sana, yakni di Baitul Muqaddas.” Maka dia berkata kepadanya: “(Apakah engkau) telah meninggalkan apa yang mencukupi kebutuhan hidup keluargamu pada bulan ini?” Dia menjawab: “Tidak.” Maka dia berkata: “Kembalilah kamu kepada keluargamu, lalu tinggalkanlah kepada mereka apa yang mencukupi kebutuhan mereka, karena aku pernah mendengar Nabi ﷺ bersabda:

« كَفَى بِالْمَرْءِ إِثْماً أَنْ يُضَيِّعَ مَنْ يَقُوتُ »
“Cukuplah berdosa seseorang itu bila menyia-nyiakan orang yang ditanggung (kebutuhan hidupnya).” (HR. Ahmad)

Nash-nash syariah ini dan yang lainnya menunjukkan akan wajibnya seorang laki-laki menafkahi keluarganya dan melaksanakan apa yang menjadi maslahat bagi mereka. Maka tidak boleh bagi orang tua meremehkan pemberian nafkah atas anak-anaknya, dan tidak boleh bagi mereka untuk menyia-nyiakannya, bahkan wajib atasnya untuk konsisten dengannya dengan sesempurna mungkin.

Para ulama madzhab empat berpendapat bahwa wajib atas orang tua untuk menafkahi putrinya yang telah mencapai usia baligh hingga dia menikah, karena kelemahannya dalam usaha, juga karena memaksanya bekerja akan menghantarkan kepada kerusakan yang besar. (al-Hanafiah dalam al-Mabsuth (5/223), al-Malikiyah dalam al-Mudawwanah (2/263), as-Syafi’iyah dalam al-Umm (8/340), dan al-Hanabilah dalam al-Mughni (8/171))

Atas dasar inilah, tidak boleh bagi orang tuamu untuk terus menerus memaksamu bekerja yang kadang bisa menyeretmu kepada beberapa penyimpangan tanpa adanya keterpaksaan. Maka jelaskanlah hal demikian ini kepadanya dengan penuh hikmah, lembut, dan dengan ucapan yang tidak disertai pembangkangan dan kekerasan.

Dan tidak mengapa engkau bekerja untuk membantu orang tuamu jika memang dia membutuhkan, namun dengan syarat pekerjaan tersebut adalah dalam rumah, atau pada suatu tempat yang tidak ada ikhthilat di dalamnya. Jika yang demikian bisa terlakasana, maka ini adalah sebuah kebaikan terhadap orang tuamu.

Sudah selayaknya kepada sang ayah ini untuk takut kepada Allah. Wajib atasnya mengetahui bahwa telah tetap banyak hadits dari Nabi ﷺ yang berisi dorongan untuk memberikan nafkah kepada keluarga, dan bahwa perbuatan tersebut termasuk amal shalih di sisi Allah Ta’ala. Sebagaimana telah datang dalam hadits Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu bahwa Nabi ﷺ pernah bersabda:

« إِذَا أَنْفَقَ الْمُسْلِمُ نَفَقَةً عَلَى أَهْلِهِ وَهْوَ يَحْتَسِبُهَا ،كَانَتْ لَهُ صَدَقَةً »
“Jika seorang muslim memberikan nafkah kepada keluarganya, dan dia mencari pahala dengannya, maka nafkah tersebut menjadi shadaqah baginya.” (HR. al-Bukhari (1/95))

Maka janganlah dia menyia-nyiakan dirinya dari pahala agung ini yang bisa jadi dia tidak menyadarinya. Maka hendaknya dia memurnikan niat, mencari pahala infaqnya karena Allah Ta’ala, Allah Ta’ala akan menulis kebaikan baginya. Dan boleh jadi Allah Ta’ala akan membukakan untuknya rizqi yang banyak, karena usaha dia agar putrinya tidak bekerja dalam pekerjaan yang menyelisihi syariat Allah Ta’ala. Aku memohonkan taufik bagimu kepada Allah Ta’ala.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: