Aku Sedang Merasakan Cinta

Bismillah. Assalamu’alaikum. QIBLATI Yang sangat ana kagumi. Ana seorang siswi SMA. Umur ana skarang sudah menginjak masa remaja. Harap beri masukan atau saran. Kini ana sudah mengenal yang dinamakan CINTA. Ana sudah berusaha sekuat mungkin untuk menghilangkan perasaan ini tapi tidak bisa. Bahkan bayangan orang itu selalu hadir dalam pikiran ana. Ana sangat tersiksa dan bingung bagaimana caranya agar ana tidak pernah memikirkannya. Ana berharap nasihatnya.
H dikota S

Jawab:
Wa’alaikumussalam warahmatullah. Hayaakillah selamat datang di Majalah Qiblati.
Demikian pula kami, juga berbangga dengan Anda, sepanjang Anda suka nasihat dan sangat perhatian dalam upaya Anda untuk tetap berada di atas jalan yang lurus. Saya merasa sangat berbahagia karena keinginan Anda untuk membenahi perjalanan hidup Anda. Ini adalah termasuk bagian dari kebijaksanaan dan kedalaman akal pada usia muda Anda.

Sesungguhnya orang yang mengurai surat Anda yang ringkas tersebut akan sampai pada pemahaman bahwa Anda paham bagaimana sebenarnya cinta yang hakiki tersebut, Anda juga paham hasil dari cinta yang salah. Akan tetapi Anda menginginkan adanya orang yang bisa membebaskan Anda dari pergulatan yang ada di dalam diri Anda. Oleh karena itu, sungguh bagus pertanyaan Anda ini.

Secara umum, cinta sebelum pernikahan, sama saja apakah ada cita-cita untuk menikah ataukah tidak, tidak lain hanyalah siksaan yang menjadikan manusia terikat dengan belenggu-belenggu pikiran yang meresahkan, tersiksa dengan begadang, dengan air mata, kepedihan, dan bara api yang menimpa hati. Dan barangkali seorang gadis tidak akan meraih keinginannya dari laki-laki tersebut, dan laki-laki tersebut tidak bisa meraih keinginannya dari gadis itu dengan cara halal lalu tetaplah kesedihan dan kepedihan. Jika Allah melindungi Anda dari terjerumus kepada yang haram, minimal Anda akan mendapatkan kepedihan dan siksaan.

Oleh karena itulah, seorang wanita yang berakal akan menjaga dan melindungi hatinya, dan dia akan memenuhi hatinya dengan kecintaan kepada Allah. Ini adalah sebaik-baik obat bagi cinta seperti yang telah Anda tunjukkan. Kecenderungan ini telah menimpakan pandangan pada diri Anda untuk memikirkan, mengulang-ulangnya dalam benak Anda, menghayalkan rupanya, dan banyak mengulangnya dalam khayalan Anda. Maka lemparkanlah itu semua dari diri Anda, lalu penuhilah hati Anda dengan kecintaan kepada ar-Rahman, penuhi hati Anda dengan kecintaan kepada Kitabullah, penuhi dia dengan kecintaan kepada Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam. Penuhi hati Anda dengan mentadabburi (merenungkan) perjalanan beliau Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam yang gemilang, mulia lagi suci. Buanglah jauh-jauh pikiran-pikiran tersebut dari dari Anda, perangilah dia, dan mintalah pertolongan kepada Rabb Anda lalu kekang perasaan Anda dari bisikan-bisikan semacam ini agar Anda bebas dari bala` tersebut.

Dan waspadalah dari tipu daya syetan terhadap Anda untuk berpikir mengembangkan hubungan, karena itu akan merusak agama Anda serta menghancurkan masa depan Anda. Mengembangkan hubungan tersebut akan mendatangkan madharat besar bagi Anda, dan kadang akan merusak nama baik Anda, dan barangkali akan menjadikan aib bagi Anda, maka waspadalah!!

Ingatlah, bahwa syetan tidak akan menjerumuskan manusia ke dalam maksiat sekaligus, akan tetapi dia akan mengambil langkah demi langkah hingga menjatuhkannya. Demikian pula Allah Ta’ala telah mengabarkan kepada kita permusuhan syetan yang keji itu dengan firman-Nya:

إِنَّ ٱلشَّيطَـٰنَ لَكُم عَدُوٌّ فَٱتَّخِذُوهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدعُواْ حِزبَهُ ۥ لِيَكُونُواْ مِن أَصحَـٰبِ ٱلسَّعِيرِ

Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuh(mu), …” (QS. Fathir: 6)

Allah Ta’ala menjelaskan kepada kita bahwa musuh ini akan menipu korban-korbannya serta menghias-hiasi kebatilan untuk mereka. Allah Ta’ala berfirman:

وَمِنَ ٱلأَنعَـٰمِ حَمُولَةً وَفَرشًڪلُواْ مِمَّا رَزَقَكُمُ ٱللَّهُ وَلَا تَتَّبِعُواْ خُطُوَاتِ ٱلشَّيطَـٰنِ‌ إِنَّهُ ۥ لَكُم عَدُوٌّ مُّبِينٌ

…dan janganlah kamu mengikuti langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-an’am: 142)

Maka keselamatan dari berbagai fitnah dan keburukan akan terealisasi dengan ketaatan kita kepada Allah Ta’ala, serta dengan jauhnya kita dari tempat-tempat meragukan dan kekejian.

Saya nasihatkan pula kepada Anda sebagai tambahan apa yang telah lalu dengan hal-hal berikut ini:
– menjauhlah sama sekali dari tempat-tempat yang laki-laki itu bisa ditemukan di dalamnya.
– bertemanlah dengan gadis-gadis yang shalihah
– senantiasa sibukkan diri Anda, dan berusahalah untuk menambah perbendaharaan ilmu syar’i Anda yang bisa memberikan manfaat dunia akhirat kepada Anda. Rasulullah Shallallahu ‘alayhi wasallam bersabda:

مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُّ فِي الدِّينِ

Siapa yang Allah Ta’ala berkehendak baik dengannya, maka dia akan difahamkan dalam urusan agama.” (HR. Ahmad)

– tundukkanlah pandangan Anda, sama saja terhadap lelaki itu atau selainnya. Dan ingatlah firman Allah Ta’ala:

وَقُل لِّلمُؤمِنَـٰتِ يَغضُضنَ مِن أَبصَـٰرِهِنَّ وَيَحفَظنَ فُرُوجَهُنَّ

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, …” (QS. An-Nur: 31)

Perhatikanlah petunjuk agung dan jalan yang lurus ini. Bagaimana Allah  menjaga hamba-hamba-Nya, dan ingin mensucikan mereka, Dia ingin melapangkan dada-dada mereka, dan ingin memberikan taufik kepada mereka kepada apa yang Dia cinta dan ridhai.

Terakhir, saya wasiatkan kepada Anda untuk bertakwa kepada Allah, serta memohon pertolongan kepada Allah, dan bersandar kepada-Nya, dan untuk banyak berdo’a kepada-Nya.
Saya memohon kepada Allah agar menambahkan kesucian pada diri Anda, serta memberikan rizqi suami yang shalih, lalu memberkahi Anda dalam keturunan.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *