Aku Takut Jadi Ibu Tiri

Ada seorang laki-laki yang telah ditinggal mati oleh istrinya melamarku. Dia telah memiliki satu putra dan dua orang putri. Mereka masih di bangku SD. Aku bingung untuk menyetujui pernikahan ini. Saya khawatir anak-anak tersebut tidak bisa menerima keberadaanku. Padahal aku sudah bertekad, dan berharap pahala di sisi Allah untuk berbuat baik kepada mereka, menyayangi mereka, dan bisa menggantikan apa yang hilang dari mereka, yaitu kasih sayang ibu mereka, semampu saya.

Aku berdo’a kepada Allah, dan terus berdo’a, agar menundukkan saya bagi mereka, dan menundukkan mereka bagi saya, seperti seorang ibu kepada anak-anaknya, dan anak-anak kepada ibu-ibu mereka. Saya khawatir telah tertancap dalam pikiran mereka apa yang telah kita lihat di TV, dan apa yang kita dengar di sana-sani, dari berbagai citra buruk ibu tiri dan kezhalimannya. Saya khawatir ada kekeringan antara saya dan mereka karena hal itu. Demikian pula saya khawatir, jika saya melahirkan anak-anak, saya nanti melupakan mereka, dan menzhalimi mereka, yang kemudian menjadikan rasa takut dan sikap dingin mereka terhadap saya. Dan saya tidak bisa meluluhkannya, serta membangun jembatan cinta dan kedekatan.

Saya mohon agar Anda menasihati saya, apa yang saya lakukan? Bagaimana perbuatan saya bersama mereka untuk pertama kalinya? Bagaimana saya harus menghadapi apa yang akan saya dengar dari tuduhan-tuduhan terhadap ibu tiri?
Fulanah, Belgia.

Jawab:
Hayyakillah, selamat datang di majalah Qiblati.
Sesungguhnya saya sangat senang dengan pertanyaan Anda, serta perasaan lembut Anda. Mudah-mudahan Allah memberkahi Anda terhadap perasaan yang baik tersebut, yang saya memohon kepada Allah agar menundukkan bagi Anda, membantu kehidupan Anda, serta mengabulkan permintaan Anda.

Jika laki-laki tersebut telah disaksikan kebaikannya, maka beristikharahlah kepada Allah. Setujuilah dia, sepanjang niat Anda baik terhadap anak-anaknya. Sesungguhnya Allah Ta’ala akan memberikan taufik kepada Anda. Berikut ini adalah beberapa nasihat yang akan membantu Anda dalam pernikahan Anda.

1. Berusahalah semampunya untuk berkasih sayang tanpa menghinakan diri Anda kepada mereka.
2. Berusahalah untuk menyebut kebaikan ibu mereka di hadapan mereka. Dan setiap perkara baik yang Anda lihat dari mereka maka ucapkanlah mudah-mudahan Allah membalasnya dengan kebaikan pada ibu yang telah mengajari kalian, mudah-mudahan Allah merahmatinya.
3. Berhati-hatilah Anda, jangan sampai menyebut keburukan apapun tentang ibu mereka.
4. Jika mereka duduk bersama ayah mereka, berusahalah semampunya untuk membiarkan mereka bebas berbicara dengannya.
5. Janganlah Anda mempedulikan kalimat apa pun yang ditujukan kepada Anda terutama pada permulaan pernikahan. Bahkan anggaplah kalimat-kalimat yang menyakitkan Anda hanyalah sebagai bentuk kecemburan mereka terhadap ibu mereka. Bukan hanya dari mereka, bahkan juga dari para istri dari keluarganya, atau istri-istri temannya. Maka jangan pedulikan, bersabarlah, dan carilah pahala. Semua itu akan berlalu setelah setahun pertama, dengan izin Allah. Bahkan balaslah keburukan dengan kebaikan.
6. Selalulah memberi wasiat kepada ayah mereka untuk memperhatikan mereka. Jika kasih sayangnya kepada mereka bertambah setelah pernikahannya dengan Anda, maka ini akan membuat semua orang akan mencintai Anda.
Allahlah pemberi taufik.

———————–
Yuk belanja produk Qiblati dan Kinan
Qiblati @ IDR 3000
Kinan @ IDR 2500

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: