Bagaimana cara saya menikah dan meninggalkan masa lalu?

Assalamu Alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.
Saya penggemar majalah anda. Saya sangat bersyukur kepada Allah kemudian berterimah kasih kepada anda atas perhatian dan kecintaan anda terhadap kaum muslimin di Indonesia. Semoga Allah membalas kebaikan anda dengan balasan yang berlipat ganda mengganjarnya dengan jannatul firdaus. Semoga Allah mengikhlaskan anda dalam setiap amalan ibadah anda.
Ustadz yang terhormat hafidhakumullah saya sangat kagum dengan jawaban-jawaban anda pada rubrik konsultasi masalah agama dan keluarga, Subhanallah jawaban-jawaban yang penuh hikmah dan mampu menyentuh hati nurani yang paling dalam -dengan izin Allah- (meski saya tidak bermaksud untuk memuji anda karena saya yakin anda tidak suka akan hal tersebut).
Syaikh yang terhormat!
1. Saya adalah seorang pemuda yang Alhamdulillah Allah memberiku hidayah untuk meninggalkan sebuah perbuatan dosa besar (fahisyah) -Tsabbatanallah- namun yang menjadi masalah sekarang adalah terkadang saya teringat dan terus terdorong kembali untuk terjatuh dalam dosa tersebut. Saya sudah berusaha sekuat tenaga untuk melawannya (ketika bayang-bayang untuk berbuat dosa tersebut muncul) dengan berwudhu, dzikir, puasa, menuntut ilmu dan istighfar, tetapi kadang saya terbuai angan untuk kembali ke perbuatan tersebut. Dan Demi Allah aku membenci perbuatan tersebut.
2. Saya ingin menikah tetapi saya terhambat masalah, diantaranya biaya (sebagaimana diketahui di negeri kami adat kebiasaan masyarakat adalah biaya pesta pernikahan sangat tinggi), faktor orang tua (saya sangat kasihan terhadap mereka, mereka sangat butuh pemberian nafkah dari saya mengingat saya adalah satu-satunya anaknya yang diharapkan membantu keuangan mereka, sedangkan penghasilan saya sekarang pas-pasan), faktor dosa tidak normal (keji) saya (saya sering terbayang dan terhantui dengan kekejian perbuatan dosa yang pernah aku lakukan sehingga aku merasa bahwa saya manusia tidak normal lagi, sangat nista, jijik, dan kotor), faktor gengsi (kadang saya berpikir jika saya menikah berarti saya harus terikat dengan orang lain yang menghalangi kebebasan berekspresi dari saya, saya terkadang berpikir untuk menikah dengan mewah dan meriah agar sanak kerabatku kagum terhadapku dan keluargaku)
Saya sangat berharap anda membantu memberikan jalan keluar dari masalah saya! Sekali lagi terimah kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian anda tarhadap kami, semoga anda tetap bersabar untuk memberikan manfaat kepada kaum muslimin di Indonesia.
HS di M

Jawab: Wa’alaikum salam. Mudah-mudahan Allah ﷻ memberikan taufik kepada anda kepada ketaatan, serta menjauhkan anda dari maksiat. Allah ﷻ adalah Dzat yang Maha Mema’afkan lagi Maha Pemurah, Dia akan menerima taubah dari para hamba-Nya, memaafkan kesalahan-kesalahan. Nasihatku adalah kosongkan pikiran dan angan-angan untuk kembali kepada perbuatan maksiat.

Rasulullah Shallallahu alahyi wasallam bersabda:
« يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمُ الْبَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ »
“Wahai sekalian pemuda, siapa saja diantara kalian yang sudah mampu baah (menikah dan biayanya), maka hendaknya dia menikah. Barangsiapa tidak mampu, maka wajib baginya untuk berpuasa, dikarenakan puasa akan menjadi perisai baginya.” (HR. al-Bukhari)

Aku berharap agar Allah ﷻ menolong anda atas keadaan anda sekarang ini. Dan bersabarlah, karena Allah ﷻ bersama dengan orang-orang yang sabar, dan sesungguhnya bersama kesulitan itu ada kemudahan, dan rizqi ada di tangan Allah ﷻ . Aku berharap dan berdo’a kepada Allah ﷻ agar memberimu rizqi, memberimu taufik, dan merealisasikan angan-anganmu. Sekiranya kondisi materimu tidak cukup untuk mengadakan pesta dan walimah, maka ingatlah sabda Rasulullah Shallallahu alahyi wasallam yang maknanya adalah sebaik-baik wanita, atau wanita yang paling besar keberkahannya adalah yang paling ringan maharnya. Maka setiap pernikahan yang dibangun di atas kemudahan, sekalipun hanya dengan sekerat roti akan mendapatkan keberkahan dan taufik dari Allah ﷻ insyâallâh. Kemudian ingatlah bahwa segala amal yang bukan karena Allah pasti akan sirna, dan bahkan menuai dosa. Semoga Allah memudahkan anda untuk menggabungkan antara dua kebaikan sekaligus; membantu orang tua dan menikah.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: