DIFITNAH, BERZINA DAN BERDUSTA

Pertanyaan:
Assalamu’alaikum, kepada syaikh yang saya hormati. Ceritanya beberapa waktu yang lalu saya ditinggal suami bekerja, saya di rumah bersama anak. Agaknya suami saya terhasut oleh omongan saudara-saudaranya bahwa saya berbuat serong (selingkuh) padahal tidak, hingga kemudian beliau tidak kirim surat, tidak kirim uang, saking keselnya terhadap fitnahan tersebut, saya lakukan perzinahan karena sudah putus harapan dan ingin cerai. Setelah beliau pulang saya disuruh bersumpah demi Allah 3x sama suami karena saya masih cinta dan karena anak-anak, sayapun bersumpah sekarang alhamdulillah saya telah bertaubat, shalat, dan menjauh dari perbuatan-perbuatan maksiat demi rumah tangga saya, tapi saya selalu merasa dikejar-kejar dosa dikarenakan sumpah saya. Apa yang harus saya amalkan dan bagaimana tentang sumpah saya, menyebut nama Allah tapi bohong. Mohon nasihatnya.
Ummu Abdillah di kota “Z”

Jawab:
Hayyakallah, wahai saudariku, selamat datang di majalah Qiblati.
Sesungguhnya kehidupan suami istri yang bahagia adalah sebuah keluarga yang dibangun di atas ketenangan jiwa, dan rasa kasih sayang. Yang demikian tidak akan terwujud tanpa perlakuan yang baik, amanah, dan memenuhi janji. Allah ﷻ berfirman:
وَمِنۡ ءَايَـٰتِهِۦۤ أَنۡ خَلَقَ لَكُم مِّنۡ أَنفُسِكُمۡ أَزۡوَٲجً۬ا لِّتَسۡكُنُوٓاْ إِلَيۡهَا وَجَعَلَ بَيۡنَڪُم مَّوَدَّةً۬ وَرَحۡمَةً‌ۚ إِنَّ فِى ذَٲلِكَ لَأَيَـٰتٍ۬ لِّقَوۡمٍ۬ يَتَفَكَّرُونَ

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS. ar-rum: 21)

Wanita yang shalihah adalah wanita yang menjalankan hak Allah ﷻ, serta mengurusi suami dan anak-anaknya, melindungi kehormatan dan menjaga kemuliaannya.

Agar menjadi jelas bagiku maka haruslah diketahui sebuah perkara yang penting, yaitu apakah saat suamimu memintamu bersumpah, dia menyebutkan bahwa dia akan menceraikanmu seandainya telah terbukti pengkhianatanmu terhadapnya?
Maka jika dia telah mengaitkan perceraian dengan sumpah kemudian kamu bersumpah dusta, maka thalaqpun telah jatuh berdasarkan kesepakatan para ulama. Dikarenakan perkara ini masih belum jelas bagiku, maka aku akan membangun jawabanku berdasarkan kemungkinan sebaliknya, dan inilah yang aku harapkan.

Seharusnya yang kamu lakukan adalah tidak bersumpah, tapi engkau membela diri terhadap tuduhan tersebut dengan berbagai hujjah yang mampu kau lakukan selain dengan bersumpah. Dikarenakan sumpah dusta adalah termasuk sifat orang-orang munafiq yang menukar perjanjian Allah ﷻ, dan sumpah-sumpah dusta mereka dengan bagian dari kehidupan dunia.
Sebuah perkara yang menghalangi mereka dari bagiannya di akhirat, dari bagian kelembutan dan rahmat Allah ﷻ pada hari kiamat yang sangat dahsyat tersebut, serta perkara yang akan menghalangi mereka dari ampunan dan penyucian dosa. Maka barang siapa bersifat dengan sifat-sifat mereka, berakhlaq dengan akhlaq mereka, serta berjalan di atas jalan mereka, sungguh dia telah menghadapkan dirinya kepada hukuman dan kemurkaan Allah ﷻ
Allah ﷻ telah memberikan perintah untuk menjaga sumpah, dan tidak gampang bersumpah:

وَٱحۡفَظُوٓاْ أَيۡمَـٰنَكُمۡ‌
“Dan jagalah sumpahmu.” (QS. al-Maidah: 89)

Allah ﷻ berfirman:
وَلَا تَجۡعَلُواْ ٱللَّهَ عُرۡضَةً۬ لِّأَيۡمَـٰنِڪُمۡ أَن تَبَرُّواْ وَتَتَّقُواْ وَتُصۡلِحُواْ بَيۡنَ ٱلنَّاسِ‌ۗ وَٱللَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ۬
“Jangahlah kamu jadikan (nama) Allah dalam sumpahmu sebagai penghalang untuk berbuat kebajikan, bertakwa dan mengadakan ishlah di antara manusia. Dan Allah Maha mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. al-Baqarah: 224)
Maksudnya janganlah kalian menjadikan nama Allah sebagai sasaran bagi sumpah-sumpah kalian, kemudia mengobral sumpah dengannya.

Mudah-mudahan Allah ﷻ mengampunimu, kamu harus berniat dan bertekad dengan tekad yang jujur untuk meningkatkan kehidupan suci yang penuh dengan keutamaan dan ketaatan kepada Allah ﷻ. Maka jika Allah ﷻ mengetahui kejujuran dan keikhlasan yang ada padamu, dia akan menerima taubatmu.

Kadang perasaanmu terhadap dosa adalah awal dari introspeksi diri dan pembukaan sebuah lembaran hidup yang baru. Wajib atasmu untuk memperbanyak istirgfar, menundukkan diri kepada Allah ﷻ agar Allah ﷻ merahmatimu, mengampunimu, dan menutupi aibmu di dunia dan akhirat.

Aku berharap engkau mengetahui wahai saudariku, bahwa kematian akan datang secara tiba-tiba, tanpa memberikan peringatan sebelumnya, dan bahwa seorang manusia akan dibangkitkan nanti pada hari kiamat berdasarkan keadaan kematiannya. Kadang kematian tersebut datang saat manusia bergelimang dengan kemaksiatan, kemudian aibnyapun terbongkar di dunia, betatapun keburukan-keburukannya, hanya saja hal ini lebih ringan daripada kesengsaraan akhirat.
Karena sumpah palsu telah terjadi padamu, maka wajib atasmu untuk bertaubat dan beristighfar. Tentang hal ini, Imam Syafi’i rahimahullah berkata akan wajibnya membayar kafarah.

Perlu diketahui bahwa kafarah sumpah itu dibayarkan dengan melakukan salah satu di antara tiga pilihan; yaitu memberi makan sepuluh orang miskin, atau memberi pakaian kepada mereka, atau memerdekakan seorang budak. Maka barangsiapa tidak mampu melakukan salah satu diantara perkara tersebut maka dia berpuasa selama tiga hari berturut-turut.
Berkenaan dengan suamimu, maka lebihkanlah dalam memuliakan dan berbuat baik kepadanya, bergaul dengan baik terhadapnya dan merawat anak-anaknya, bersikap lemah lembut kepadanya, serta mengesampingkan kesalahan-kesalahannya. Mintalah pertolongan kepada Allah, perbanyaklah berdo`a dan meminta pengampunan karena pengampunan adalah kunci kebahagiaan. Aku memohon taufiq bagimu kepada Allah, agar menjagamu dari segenap keburukan. Amin

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: