Sadarlah! Sebelum Kalian Binasa

Telah menjadi sunnatullah terhadap semua hamba-Nyabahwa Ia akan mempergauli hamba-hamba-Nya sesuai dengan perbuatan mereka, jika mereka bertakwa kepada-Nya, mentaati-Nya, melaksanakan segala perintah-Nya, serta menegakkan syari’at-Nya, niscaya Ia pasti akan menganugerahi mereka keberkahan dari langit dan bumi. Ia berfirman:

untitled19

Artinya: “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertakwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya” (QS. Al- A’raaf: 96).

وَألَّوِ اسْتَقَامُوا عَىَل الطَّرِيقَةِ لأسْقَيْنَاهُمْ مَاءًغدَ قَا١٦

Artinya: “Dan bahwasanya: jikalau mereka tetap berjalan lurus di atas jalan itu (agama Islam), benar-benar Kami akan memberi minum kepada mereka air yang segar (rezeki yang banyak)” (QS. Al-Jin: 16).

Jika mereka istiqamah di atas syari’at Allah dan manhaj-Nya, dan di atas ketaatan kepada-Nya serta kepada Rasul-Nya, niscaya pasti akan datang kepada mereka seluruh kebaikan dari segala penjuru.

Dan apabila seorang hamba membangkang syari’at-Nya dan menyianyiakan seluruh perintah-Nya niscaya ia pasti akan mendapatkan siksaan-Nya.

Bilamana hamba-hamba itu berbuat ketaatan kepada Allah Azza Wajalla dan mengagungkan syari’at-Nya niscaya Ia pasti akan melimpahkan berbagai kenikmatan kepada mereka, dan menghilangkan dari mereka berbagai bencana, namun bilamana kondisi hamba-hamba itu telah berganti dari taat kepada maksiat dan dari syukur kepada kufur, dari kebaikan kepada kerusakan, serta dari berhukum dengan hukum-Nya kepada berhukum dengan undang-undang buatan manusia, niscaya pada saat itu Allah pasti akan menjadikan orang-orang yang hina sebagai pemimpin di atas mereka, dan pada saat itu pula keberkahan pasti akan hilang dan laknat pasti akan turun dari Tuhan penguasa langit dan bumi.

Itulah sunnatullah (Hukum Allah) sedangkan kamu sekali-kali tidak akan menemukan perubahan dalam setiًap sunnah-Nya, Dia berfirman:

untitled20

Artinya: “Yang demikian itu adalah karena sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan merubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada suatu kaum, sebelum kaum itu merubah apa-apa yang ada pada diri mereka sendiri, dan sesungguhnya Allah Maha mendengar lagi Maha mengetahui” (QS. Al-Anfal: 53).

Sebab-sebab Diturunkannya Azab Allah

Kufur terhadap Allah dan mendustakan para Rasul yang mulia ‘alaihimus shalatu wassalam. Dan Allah telah membinasakan umat terdahulu seperti umat Nabi Nuh, kaum ‘Ad, Fir’aun, Qorun, dan juga selain mereka disebabkan kekafiran mereka terhadap  Allah dan para Rasul-Nya, Ia berfirman:

untitled21

Artinya: “Untuk menjadi rezeki bagi hamba-hamba (Kami), dan Kami hidupkan dengan air itu tanah yang mati (kering). Seperti itulah terjadinya kebangkitan. Sebelum mereka, telah mendustakan (pula) kaum Nuh dan penduduk Rass dan Tsamud. Dan kaum Aad, kaum Fir’aun, dan kaum Luth. Dan penduduk Aikah serta kaum Tubba’, semuanya telah mendustakan Rasul-Rasul maka sudah semestinyalah mereka mendapat hukuman yang sudah diancamkan” (QS. Qaaf: 11-14).

Danَ firman-Nya:

untitled22

Artinya: “Maka apakah mereka tidak mengadakan perjalanan di muka bumi sehingga mereka dapat memperhatikan bagaimana kesudahan orangorang sebelum mereka?, Allah telah menimpakan kebinasaan atas mereka dan orang-orang kafir akan menerima (akibat-akibat) seperti itu” (QS. Muhammad: 10).

Ayat ini mengajak agar kita memperhatikan bagaimana kejadian mereka-mereka itu (saat ini tubuh mereka telah hancur dimakan tanah) sedangkan mereka ini termasuk manusia dari sekian banyak manusia dan juga termasuk makhluk dari sekian banyak makhluk Allah, mereka lebih kuat dari kita.

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: