Sahabatku Berzina Dengan Pemuda Kristen

Seorang sahabatku mengaku telah berzina dengan pacarnya yang notabene beragama Kristen, dan saat ini ia tengah mengandung anaknya, namun permasalahannya adalah pada saat orang tuanya meminta pacarnya agar menikahinya, ia menolak kecuali jika ia bersedia memeluk agama Kristen, maka pada saat itu ia bersedia menikahinya.

Pertanyaan:

Dari sini ia mulai bingung harus bagaimana, karena kedua pilihan itu sangat dilematis, jika ia tidak menikah dengannya maka ia akan menanggung malu dan lambat laun aibnya pasti diketahui oleh masyarakat, namun jika ia menikah dengannya maka ia harus meniggalkan agama Islam dan itu artinya ia menjadi wanita murtad. Oleh karenanya, saya minta kepada Syaikh Mamduh agar berkenan memberikan nasehat untuk sahabat kami dan juga orang tuanya dalam kaitannya dengan kedua pilihan dilematis tersebut. Maka atas nasehatnya saya ucapkan Jazakumullahu khairan!

Jawaban:

Selamat begabung dengan majalah Qiblati dan kami ucapkan Ahlan wasahlan!

Kami ikut prihatin dengan apa yang telah menimpa sahabatmu, semoga Allah berkenan mengampuni dosanya. Nasehat saya adalah ia harus bertaubat kepada Allah dengan taubat nashuha atau taubat yang sesungguhnya, dan selalu waspada terhadap setiap jalan yang dapat menyeretnya ke lembah kenistaan/ zina di masa yang akan datang, seperti ber-kholwah atau berdua-duaan dengan laki-laki yang bukan mahramnya maupun perbuatan haram lainnya yang dapat menyeretnya ke dalam zina. Adapun hukum pernikahan dengan laki-laki kafir dengan motif takut aibnya tersebar maka itu artinya sahabatmu telah terjerumus ke dalam dosa yang lebih besar dari dosa pertama yaitu dosa zina, dikarenakan pernikahan seorang muslimah dengan laki-laki kafir hukumnya haram secara aklamasi/ijma’, dan jika terjadi pernikahan semacam ini maka hukumnya tidak sah menurut nash Al- Qur’an dan ijma’ seluruh umat Nabi Muhgammad, Allah berfirman:

untitled3

Artinya: “Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orangorang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran” (QS. Al-Baqarah: 221).

Dalam ayat ini Allah Azza Wajalla mengharamkan pernikahan seorang muslimah dengan laki-laki musyrik apapun agamanya, baik itu musyrik Ahlul Kitab seperti Yahudi atau Nasrani, ataupun musyrik dari orang-orang musyrik pada umumnya yaitu mereka yang tidak memiliki kitab samawi seperti Majusi, Budha, Hindu, dan yang selain mereka dari agama-agama syirik lainnya. Dan seluruh ulama fiqih telah sepakat tanpa terkecuali atas haramnya pernikahan seorang muslimah yang beriman kepada Allah  dan hari Kiamat dengan seorang laki-laki non muslim dengan latar belakang agama apapun sebagaimana yang telah kami jelaskan di atas, Allah  berfirman dalam ayat yang lain: لا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلا هُمْ يَحِلُّونَ لَهُنَّ Artinya: “… mereka (para wanita muslimah) tiada halal bagi orangorang kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka …” (QS. Al-Mumtahanah: 10).

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: