Temanku Tidak Pernah Shalat

Assalamu’alaikum. Saya bekerja di restaurant Saudi selama tiga tahun, yang jadi problem sekarang adalah saya punya teman muslim, tapi dia tidak pernah shalat. Sebenarnya saya ingin menyadarkan dia tapi saya takut dia tersinggung yang mungkin bisa menjadikan dia benci kepada Islam. Apa yang harus saya lakukan? Apa selama tiga tahun tersebut saya berdosa karena sikap diam saya? S_B KSA

Jawab: Selamat datang di majalah Qiblati.
Sungguh kami sangat berbahagia karena kesungguhan anda terhadap kebaikan, dan keinginan anda untuk memberikan hidayah kepada teman anda. Karena sesungguhnya hanya dengan kesungguhan dan perasaan anda dengan dosa dan keteledoran, serta permintaan anda untuk mengetahui cara memberikan nasihat kepadanya telah cukup menjadikan bukti akan banyaknya kebaikan yang memenuhi hati anda. Maka memujilah kepada Allah atas nikmat yang agung tersebut. Perasaan tersebut adalah sebuah nikmat, jika seorang manusia kehilangan nikmat tersebut, maka nilai dan pentingnya kehidupan ini tidak akan kembali kepadanya.

Tidak diragukan lagi bahwa teledor dalam shalat adalah satu sebab keburukan dan kehinaan. Tidak ada kebaikanpun pada diri seorang hamba yang meninggalkan shalat. Umar radhiyallahu ‘anhu telah berkata kepada wakil-wakilnya: “Sesungguhnya perkara kalian yang terpenting disisiku adalah shalat, barangsiapa menjaganya maka dia akan lebih menjaga selainnya, dan siapa yang menyia-nyiakannya, maka dia lebih menyia-nyiakan yang lainnya.”
Shalat adalah timbangan yang dengannya agama seseorang itu bisa dikenal di dunia. Shalat adalah amal yang pertama kali akan dihisab di akhirat, dia adalah sebuah kewajiban yang tidak gugur dari seorang manusia selagi nafasnya masih turun naik di dada.

Sesungguhnya kondisi teman anda membutuhkan sikap tangguh dan kejujuran dari anda. Dikarenakan dia dalam bahaya besar, dia telah melakukan maksiat agung, dan keharaman terbesar. Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam telah bersabda:
« بَيْنَ الرَّجُلِ وَبَيْنَ الشِّرْكِ وَالْكُفْرِ تَرْكُ الصَّلاَةِ »
“(Pembatas) antara seseorang dengan kesyirikan dan kekufuran adalah meninggalkan shalat.” (HR. Muslim)

« الْعَهْدُ الَّذِى بَيْنَنَا وَبَيْنَهُمُ الصَّلاَةُ فَمَنْ تَرَكَهَا فَقَدْ كَفَرَ »
“Perjanjian antara kami dengan mereka (orang kafir) adalah shalat, maka siapa yang meninggalkannya, dia telah kafir.” (HR. at-Turmudzi, dishahihkan oleh al-Albani)

Ini adalah nash-nash tentang besarnya kejahatan meninggalkan shalat. Bahwa yang shahih dan rajih (kuat) tentang hukum orang yang meninggalkan shalat sekalipun karena malas adalah kafir, dan keluar dari millah, tidak diwarisi, tidak dimandikan, tidak dikafani, tidak dishalati, dan tidak dikubur di pekuburan kaum muslimin.

Agar anda bisa memperbaiki kondisi teman anda, maka wajib bagi kita untuk mengetahui sebuah perkara penting, yaitu mengetahui sebab yang sebenarnya telah menjadikannya tidak shalat. Karena pengetahuan tentang hal itu akan memudahkan sampainya kepada solusi yang tepat. Jika dia dulu telah menjaga shalat sejak lama kemudian dia meninggalkannya maka kembalinya dia kepada shalat adalah tidak akan menjadi sulit baginya dengan idzin Allah Ta’ala.
Adapun cara menasihatinya adalah sebagi berikut;

Awal langkah yang hendaknya hadir di hadapan anda bahwa hati para hamba itu berada di tangan Allah Ta’ala. Dialah yang memberikan hidayah kepada yang Dia sukai, dan menyesatkan kepada siapa saja yang Dia kehendaki. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:
إِنَّكَ لَا تَهدِى مَن أَحبَبتَ وَلَـٰكِنَّ ٱللَّهَ يَهدِى مَن يَشَاءُ‌ وَهُوَ أَعلَمُ بِٱلمُهتَدِينَ
“Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi petunjuk kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi petunjuk kepada orang yang dikehendaki-Nya, dan Allah lebih mengetahui orang-orang yang mau menerima petunjuk.” (QS. Al-Qashash: 56)

Dari ayat ini diambil dua faidah besar:
1. Ridha dengan apa yang dibagikan oleh Allah Ta’ala. Sesungguhnya hikmah Allah Ta’ala mencakup pemberian hidayah kepada manusia, dan penyesatan yang lain, semuanya dengan timbangan kebijaksanaan dan keadilan.

2. Sabar dan tidak berputus asa. Bahkan tidak bersedih atas mereka. Dikarenakan yang wajib atas anda adalah menunjukkan kepada al-haq, memberikan hidayah kepada mereka. Adapun sambutan manusia, dan hidayah mereka, semuanya ada pada kuasa Allah Ta’ala sebagaimana firman Allah Ta’ala:

لَّيسَ عَلَيكَ هُدَىهُم وَلَـٰكنَّ ٱللَّهَ يَهدِى مَن يَشَاءُ‌ وَمَا تُنفِقُواْ مِن خَيرٍ فَلِأَنفُسِكم وَمَا تُنفِقُونَ إِلَّا ٱبتِغَاءَ وَجهِ ٱللَّهِ‌ وَمَا تُنفِقُواْ مِن خَيرٍ يُوَفَّ إِلَيكم وَأَنتُم لَا تُظلَمُونَ
“… bukanlah kewajibanmu menjadikan mereka mendapat petunjuk, akan tetapi Allah-lah yang memberi petunjuk (memberi taufiq) siapa yang dikehendaki-Nya…” (QS. Al-Baqarah: 272)

Wajib bagi anda untuk berhati-hati dalam menggunakan waktu-waktu yang tepat dalam medakwahi dan menasihatinya. Berusahalah untuk memilih waktu yang sesuai guna berbicara dengannya. Contoh, hindari berbicara dengannya tentang masalah ini disaat adanya kebosanan pada dirinya atau saat marah, atau gembira, dan kondisi-kondisi yang semacamnya. Pilihlah waktu-waktu yang anda nilai adalah waktu yang didalamnya ada ketenangan, menerima dialog dan pembicaraan. Dikarenakan hal itu akan lebih membantu diterimanya apa yang akan anda hadapkan padanya. Ini satu perkara.

Perkara kedua, pilihlah cara yang sesuai dalam berbicara dengannya, contoh; jauhilah pengarahan kepadanya dengan arahan secara langsung kecuali terpaksa. Memungkinkan bagi anda untuk memberikan hadiah kepadanya sebuah hadiah yang bermanfaat, seperti kaset-kaset islami yang di dalamnya terdapat dorongan, dan ancaman, serta pengingat terhadap sorga dan neraka. Demikian pula usahakanlah untuk meletakkan sejumlah buku-buku dakwah kecil di apartemen atau di tempat kerja, yang sekiranya itu khusus diperuntukkan bagi anda, sekaligus bisa dia jangkau.

Jauhilah sikap mendesak dalam berdakwah, pendesakan kadang akan menambah penentangan dan jauhnya dia dari agama dan penganutnya. Akan tetapi ini tidak berarti tidak mengulang-ulang nasihat. Pengulangan mau’idzah akan memberikan faidah jika anda benar dalam memilih waktu-waktu, bersungguh-sungguh dalam menuturkan kalimat, membuatnya merasakan kecintaan anda kepadanya dan kekhawatiran anda terhadap adzab dan penyesalan atasnya. Terutama dia dekat dengan Makkah al-Mukarramah, serta Madinah al-Munawwarah, yang ini adalah sebuah karunia besar yang harus dia manfaatkan sebaik-baiknya. Sungguh jauh dari rahmat orang yang diberi rizqi nikmat berdekatan dengan Rumah-Nya, kemudian dia menjauhinya dan bermaksiat kepada-Nya.

Harus pula menggunakan metode-metode yang lembut, dan mukaddimah yang bisa masuk ke dalam jiwanya. Contoh, jika dia sakit, maka berusahalah untuk meletakkan tanganmu diatas kepalanya, kemudian perdengarkanlah kepadanya do’a yang dengannya Nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam berdo’a:

« اللَّهُمَّ رَبَّ النَّاسِ أَذْهِبِ الْبَاسَ ، اشْفِهِ أَنْتَ الشَّافِى ، لاَ شِفَاءَ إِلاَّ شِفَاؤُكَ ، شِفَاءً لاَ يُغَادِرُ سَقَمًا »
“Ya Allah, Rabb manusia, hilangkanlah penyakit(nya), sembuhkanlah dia, Engkaulah Dzat Yang Maha Menyembuhkan, tidak ada kesembuhan kecuali dengan penyembuhan-Mu, penyembuhan yang tidak meninggalkan sakit.” (HR. al-Bukhari)
Sentuhan kasih sayang dari anda semacam ini, kadang akan membekas di dalam dirinya, terutama jika anda mengatakan, ini adalah do’a nabi Shallallahu ‘alayhi wasallam yang dengannya beliau berdo’a bagi orang yang sakit.
Semua itu adalah pintu-pintu masuk yang lembut, yang kadang akan membekas di dalam jiwa, dimana cara lain tidak membekas padanya.

Bersungguh-sungguhlah dalam berdo’a, dan menunddukkan diri kepada Allah agar melapangkan dadanya, serta memberinya hidayah kepada jalan yang lurus.

Sebuah nasihat kupersembahkan kepada setiap pemilik toko, atau apartemen, atau perusahaan, bahwa tidak mengapa memperkejakan orang yang tidak shalat, akan tetapi wajib bagi anda semua untuk mendakwahinya agar bertaubat, dan mewajibkannya untuk menunaikan shalat, dan anda gunakan kebutuhan dia terhadap anda untuk memerintahnya untuk menunaikan kewajiban-kewajiban Islam, mudah-mudahan Allah Ta’ala memberikan hidayah kepadanya melalui tangan anda. Wallahul muwaffiq

Comments

comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

%d bloggers like this: